Berita Terbaru
MEMAHAMI APA ITU ZAKAT
Zakat adalah salah satu dari lima pilar utama dalam agama Islam dan merupakan kewajiban keuangan yang dikenakan kepada umat Muslim yang mampu untuk membersihkan harta seseorang dari sifat-sifat negatif seperti kekikiran, keserakahan, dan lainnya.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu. Perintah zakat termasuk dalam Al-Qur’an & Hadits yang tujuan utamanya adalah untuk membersihkan harta, menumbuhkan solidaritas, dan mengurangi kesenjangan ekonomi dalam masyarakat.
Zakat sering kali menyoroti perannya dalam mengatasi kemiskinan. Dana zakat yang terkumpul dari umat Islam dapat di gunakan untuk membantu masyarakat miskin, menyediakan akses pendidikan, bantuan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi bagi mereka yang kurang mampu.
Adapun 8 golongan asnaf yang berhak menerima zakat antara lain :
1. Fakir adalah kadar kemampuan yang rendah dari seseorang baik dalam bentuk harta maupun jasmani.
2. Miskin adalah seseorag yang memiliki rezeki yang cukup untuk memenuhi kebutuhan akan tetap masih kekurangan.
3. Amil adalah orang-orang yang berpartisipasi & mengurus proses terselenggaranya zakat mulai dari penerimaan sampai penyalurannya.
4. Muallaf adalah orang yang baru memeluk agama islam.
5. Riqab/Hamba Sahaya adalah korban perdagangan manusia pihak yang di tawan oleh musuh Islam serta orang yang terjajah dan teraniaya.
6. Gharimin adalah orang yang terjerat hutang karena bertahan hidup.
7. Fisabilillah adalah orang-orang yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan seperti dakwah, jihad & sebagainya.
8. Ibnu Sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan untuk ketaatan kepada Allah dan kehabisan biaya.
Lembaga zakat di berbagai negara muslim juga bekerja sama dengan pemerintah & lembaga sosial lainnya untuk memastikan bahwa distribusi zakat tepat sasaran, salah satunya adalah BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi Papua Barat, dimana zakat yang dikelola secara profesional dan transparan. Dampaknya akan memberikan lebih besar dalam membangun kesejahteran sosial.
Selain itu, zakat juga sering menyoroti pentingnya pemahaman dan kesadaran umat muslim untuk membayar zakat dengan penuh tanggung jawab. Dengan meningkatnya kesadaran berzakat, diharapkan lebih banyak orang yang terbantu. Zakat bukan saja hanya sebagai kewajiban dalam agama, tetapi juga instrument sosial dan ekonomi yang dapat membantu membangun masyarakat yang lebih sejahtera, adil dan harmonis.
BERITA14/11/2024 | markomBAZNASpapuabarat
Pencairan Dana RLHB BAZNAS Tahap Pertama Gelombang Kedua
Manokwari, 09 November 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Barat menyalurkan bantuan dana Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) tahap pertama gelombang ke-2 yang tersebar di wilayah Masni, penyerahan dilaksanakan oleh BAZNAS Provinsi Papua Barat yang di saksikan langsung oleh Kepala Desa dan Mitra Pelaksana (UPZ). Bantuan diserahkan untuk 6 kepala keluarga dengan jumlah 6 unit rumah tidak layak huni. Masing-masing penerima peroleh Rp. 25.000.000,- yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama pencairan sebesar Rp. 15.000.000 sesuai aturan yang di peruntukan biaya material hingga pembangunan mencapai 50%, sementara pencairan tahap kedua dilakukan setelah pembangunan/rehab mencapai 70%.
Tujuan pelaksanaan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) untuk meningkatkan kualitas rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni, meningkatkan kenyamanan penerima manfaat, menumbuhkan nilai-nilai kegotong-royongan, partisipasi dan kepedulian warga masyarakat setempat.
Adapun kriteria dan persyaratan penerima manfaat Program Rumah Layak Huni adalah dinding/atap dalam kondisi rusak/lapuk yang dapat membahayakan penghuni dan lantai terbuat dari tanah/semen dalam kondisi rusak. Sedangkan syarat yang harus di penuhi calon penerima program adalah harus memiliki kartu identitas diri, fakir miskin, memiliki rumah di atas tanah sendiri dan di buktikan dengan sertifikat, akta jual beli, surat keterangan bebas sengketa dan belum pernah menerima bantuan perbaikan rumah sejenis dari Kementerian/ Lembaga/Pemerintah Daerah.
BERITA09/11/2024 | markomBAZNASpapuabarat
BAZNAS Papua Barat, Pendistribusian Tak Sebanding dengan Penghimpunan
Manokwari, 05 November 2024 - Baznas Papua Barat mungkin agak berbeda dari baznas lainnya di Indonesai. Perbedaan ini bisa dilihat dari jumlah pendistribusian zakat dan peghimpunan yang dicapai Baznas. Dalam setahun, pengumpulan zakat, infak dan sedekah antara 400 hingga 500 juta. Sementara untuk pendistribusian dan pendayagunaannya sampai milyaran rupiah. “ Untuk tahun 2022 jumlah penyaluran sebesar 1,5 milyar, tahun 2023 sebanyak 1,9 m dan tahun ini mencapai 2,5 milyar,” rinci Lilik.
Fakta ini dungkap Wakil Ketua II Bidang Penduistribusian Baznas Provinsi Papua Barat, Lilik Fajar, kepada para ASN muslim di lingkungan kantor BKKBN Provinsi, Selasa 4/11. Lilik mengakui pendistribusian dan pendayagunaan ini begitu besar karena adanya kolaborasi program dengan Baznas pusat. “Klaau hanya mengandalkan pengumpulan Baznas Provinsi, program yang ada tak banyak menyentuh kaum duafa di daerah ini Karena itu kami melakukan lobi ke Baznas pusat agar bisa membagi program ke provinsi. Alhamdulikan sejumlah progam disetujui,” ujar Lilik.
Namun, kata Lilik, sinergi program ini tidak mudah. Persyaratan yang ditetapkan baznas pusat cukup ketat, detail dan harus tepat waktu. “Dengan berbagai pertimbangan dan boleh dibilang nekat, kami menjalankan dan mengikuti semua porsedur yang diminta,” ujar Lilik. Alhasil, semua program kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik Di antaranya program beras fitrah, kurban berdayakan desa, RLHB dan Zmart. Hal ini kemudian yang membuat Baznas pusat percaya kepada Baznas Papua Barat untuk melanjutkan program mereka.
Lilik berharap kerja sama program dengan baznas pusat ini terus terbangun. Dengan demikian kebermanfaatan zakat lebih luas dan banyak menyentuh kaum duafa maupun mereka yang membutuhkan. “Tapi tentu lebih bagus lagi kalau penghimpunan zakat di baznas provinsi dari waktu ke waktu terus meningkat,” kata Lilik penuh harap. [kbs]
BERITA05/11/2024 | MarkomBAZNASPABAR
Baznas Selesaikan Rumah Layak Huni Hanya Tiga Minggu
Manokwari, 04 November 2024 - Baznas Papua Barat dalam melaksanakan program rumah layakk huni terbilang cepat. Betapa tidak, hanya dalam waktu tiga minggu, rumah layak huni yang berlokasi di Kreney Prafi Barat bisa rampung seratus persen. Hal ini disampaikan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Baznas PB, Lilik Fajar Setiawan saat sosialisasi di kantor BKKBN Provinsi Papua Barat.
Menurut Lilik proses pembangunan rumah bagi kaum duafa ini lebih cepat dari waktu yang ditargetkan, yakni dua bulan. Ini bisa terjadi karena dalam menjalankan program ini baznas sejak awal menggunakan konsep pelibatan. “Kami koordinasi dengan para pemangku kepentingan, mulai kepala distrik, kepala kampung, hingga ketua RT. Bahkan warga sekitar dan keluarga penerima manfaat, kami memberikan kesempatan untuk mengambil bagian,” ungkap : Lilik Fajar Setyawan.
Dalam membangun, kata Llik F. Setyawan, warga gotong royong sampai puluhan orang. Mulai dari pembuatan pondasi, rangka, dinding, hingga atap. “Makanya cepat selesai dan bisa ditempati,” tandas Lilik. Padahal, kata dia, satu unit rumah anggarannya hanya 25 juta rupiah. Dana sebesar itu untuk di Papua Barat dengan tingkat kemahalan yang cukup tinggi tentu berat.
Meski demikian, dengan segala keterbatasan baik personil dan kondisi di lapangan, Baznas dapat melaksanan program ini dengan cukup memuaskan, termasuk laporannya. Itu pula yang membuat baznas pusat tiga tahun berturut turut memberikan program rumah layak huni kepada Baznas Papua Barat. “Bahkah, tahun 2024 ini sebanyak 57 unit dari tahun sebelumnya yang hanya 24 unit, “ ujar Lilik dengan rasa syukur.
Lilik berharap apa yang disampaikan dalam sosialisasi program RLHB juga program lainnya kepada para ASN di lingkungan BKKBN, dapat membuat mereka lebih faham tentamg baznas dan muncul kepercaayan untuk menunaikan zakatnya di lembaga pemerintah non stuktural ini [kbs]
BERITA05/11/2024 | MarkomBAZNASPABAR
BAZNAS Papua Barat Sosialisasi ZIS, Kelembagaan dan Program BAZNAS di Lingkungan Perwakilan BKKBN Papua Barat
Manokwari, 04 November 2024 - BAZNAS Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan dan silaturahmi ke BKKBN Papua Barat pada Senin, 4 November 2024. Kunjungan ini dalam rangka sosialisasi zakat, kelembagaan dan pengenalan program-program BAZNAS Provinsi Papua Barat.
Sosialisasi ini diikuti oleh pimpinan dan staf ASN muslim BKKBN. Sosialisasi ini mendapat sambutan dengan baik. “sebagai informasi disampaikan bahwa staf yang muslim untuk mengikuti sosialisasi pada hari ini berjumlah 18 orang, dengan harapan bisa memberikan pencerahan bagi staf ASN muslim yang ada di Kantor Perwakilan BKKBN”, sambut Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat Philmona Maria Yarollo.
Sosialisasi ZIS, Kelembagaan dan program BAZNAS disampaikan oleh pimpinan BAZNAS Provinsi Papua Barat. Terkait ZIS disampaikan oleh Sali Pelu Bidang Pengumpulan, Bidang Pendistribusian dan pendayaguaan oleh Lilik Fajar Setyawan, sementara kelembagaan disampaikan oleh ketua BAZNAS H. Ali Mustofa.
Harapan dari silaturahmi ini dimana kedepannya akan segera didorong untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berada di lingkungan BKKBN Papua Barat hal ini guna mengoptimalkan pengelolaan zakat di instansi tersebut.
BERITA04/11/2024 | MarkomBAZNASPABAR
Kegiatan Pendampingan Intensif Program ZMart oleh BAZNAS Provinsi Papua Barat
Manokwari, 05 November 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Barat mendorong peningkatan omzet usaha mustahik binaan melalui program ZMart. BAZNAS Provinsi Papua Barat secara rutin melakukan monitoring sekaligus pendampingan dan sharing program ZMart sehingga omzet saudagar ZMart dapat stabil dan meningkat.
Pendampingan Intensif dilakukan BAZNAS sebagai bentuk penyampaian materi-materi hingga diskusi dan tukar pikiran terkait berbagai permasalahan serta perkembangan usaha warung ZMart yang dijalani mustahik.
Materi Pertama yang dibawakan pada minggu ini yaitu penilaian potensi barang terjual yang membahas mengenai problematika UKM yang begitu beragam, perlu nya intropeksi dari sahabat UKM untuk mengetahui apa masalah utama yang menghambat perkembangan usahanya, misalnya, "usaha sudah berjalan cukup lama, nih, tapi kok penjualan begini begini aja, ya?". atau "pakai media sosial sudah, punya toko online sudah, tapi mengapa target kenaikan omset penjualan selalu meleset?". tentunya sebagaia pelaku usaha perlu memahami bagaimana bisa memperluas pasar. Dalam materi ini telah dijelaskan oleh pendamping ZMart BAZNAS Provinsi Papua Barat.
Untuk materi yang kedua yaitu mengenai Estetika Display Produk, dalam materi ini akan dijelaskan mengapa diperlukannya penataan barang dagangan, salah satu alasannya adalah karena jumlah pencapaian penjualan mencerminkan dampak dari program penataan barang yang dilakukan. pelaku usaha harus yakin bahwa dengan penataan barang yang baik (terencana-terorganisir, kreatif, informatif dan komunikatif) maka akan menghasilkan panjualan yang maksimal, dengan penataan barang yang baik, memudahkan konsumen menentukan barang yang dicari serta menciptakan suasana nyaman dalam bebelanja.
Kegiatan Pendampingan Intensif Program ZMart ini akan dilakukan secara rutin oleh BAZNAS Provinsi Papua Barat.
BERITA03/11/2024 | MarkomBAZNASPABAR
BAZNAS Papua Barat Mengadakan Pelatihan training of trainers [TOT] Bahasa Isyarat Membaca Al Qur'an
Manokwari, 29 Oktober 2024 - Bahasa Isyarat bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh dan bahasa gerak bibir. Bahasa isyarat merupakan bahasa yang digunakan oleh komunitas tuli untuk berkomunikasi. Tidak hanya itu, bahasa isyarat juga merupakan alat bagi penggunanya untuk mengidentifikasi diri dan memperoleh informasi. Seperti halnya bahasa isyarat khusus diperlukan guru untuk berkomunikasi dan mengajarkan huruf-huruf Arab agar anak didik dapat membaca Al Quran sesuai dengan tajwid.
Hal ini menjadi bagian penting guna melatih para guru SLB, Ngaji [TPQ], Pondok pasantren dalam melatih bahasa isyarat yang digunakan untuk membaca al qur’an dengan keterbatasan bagi penyandang tuna rungu dan wicara.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Papua Barat melakukan pelatihan training of trainers (ToT) bahasa isyarat membaca Al Quran kepada guru atau tenaga pendidik bagi penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara. Pelatihan TOT ini menghadirkan narasumber dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) dan Sahabat Tuli sebanyak dua orang.
Wakil Ketua II Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Papua Barat Lilik Fajar Setyawan mengatakan, pelatihan training of trainers (ToT) melibatkan guru sekolah luar biasa (SLB), Pengasuh pondok pesantren, dan guru taman pengajian Quran (TPQ). "Total tenaga pengajar 20 orang dari tiga kabupaten diantaranya Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Sorong," pungkasnya. Tujuannya agar tenaga pengajar mampu mengajari anak-anak penyandang disabilitas tuna rungu dan wicara bisa membaca Al Quran dengan baik sesuai dengan kaidah yang benar.
BERITA29/10/2024 | MarkomBAZNASPABAR
Pj. Gubernur Papua Barat: BAZNAS Perlu Meningkatkan Literasi dan Regulasi Zakat
Manokwari, 28 Oktober 2024 - Pj Gubernur Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.Tp dalam sambutannya di Rakorda BAZNAS, menekankan pentingnya peningkatan literasi dan regulasi terkait zakat. Ia mengajak masyarakat untuk lebih memahami kewajiban berzakat dan mengajak ASN maupun pelaku usaha di Papua Barat agar turut berkontribusi. "Zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial untuk kesejahteraan bersama," ujarnya.
Akan tetapi kesadaran akan zakat harus dibangun tanpa paksaan, melalui edukasi dan pemahaman yang mendalam sehingga menumbuhkembagkan dalam keharmonisan dan kasih sayang tanpa memandang agama, sukunya.
Ali Baham juga menyampaikan bahwa zakat yang dibayar di Papua Barat harus dikelola dan didistribusikan di wilayah tersebut agar dampaknya lebih terasa bagi masyarakat lokal. “Sering kali orang berpikir untuk mengirim zakat ke kampung halamannya, tapi lupa bahwa daerah ini juga membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong BAZNAS untuk menyusun regulasi yang jelas agar zakat dari ASN dan pelaku usaha bisa dipotong langsung dari penghasilan mereka, seperti halnya pajak.
Literasi zakat perlu ditingkatkan agar setiap orang memahami manfaat jangka panjangnya," jelasnya. Ia berharap program BAZNAS bisa terus berkembang dan membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat Papua Barat tanpa memandang latar belakang agama.
BERITA28/10/2024 | MarkomBAZNASPABAR
BAZNAS Papua Barat Launching Zmart di RAKORDA Se Papua Barat 2024
Manokwari, 28 Oktober 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Barat berupaya berkolaborasi dengan BAZNAS RI dalam mengembangkan ekonomi masyarakat melalui program Zmart yang ditujukan kepada mustahik atau orang yang berhak menerima zakat.
Penanggungjawab program Zmart yang juga sebagai Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Papua Barat Lilik Fajar Setyawan, menjelaskan program ZMart merupakan program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk usaha ritel mikro sebagai upaya meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha untuk mengatasi kemiskinan. "Pada program ini Zmart telah memberikan bantuan sebanyak 60 mustahik sebagai penerima manfaat yang memiliki kios yang tersebar di Kabupaten Manokwari,"
Pada pemaparannya mengatakan, program Zmart tersebut di mana BAZNAS memberikan bantuan modal usaha sebesar 7,5 juta rupiah di masing-masing penerima manfaat sehingga total bantuan yang diberikan berjumlah 450 juta rupiah yang berasal dari zakat yang dikelola oleh BAZNAS.
Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk tunai, melainkan dalam bentuk sarana prasarana dan barang dagangan. Untuk bantuan 3,5 juta rupiah digunakan untuk sarana prasarana seperti pembuatan papan nama kios dan bantuan berupa rak sementara 4 juta rupiah digunakan sebagai modal usaha dalam bentuk barang dagangan yang dibutuhkan.
"Setiap pedagang atau pemilik kios tentu mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Di mana setiap orang mendaftarkan kebutuhan belanja senilai 4 juta rupiah kemudian disediakan barang yang mereka butuhkan," ujarnya.
Lilik F. Setyawan juga mengatakan, program ZMart dicetuskan BAZNAS agar ekonomi pedagang kecil terus berkembang dan mempunyai daya saing terhadap ritel atau pengusaha yang lebih besar.
Melalui program tersebut, BAZNAS juga berupaya agar penerima manfaat mempunyai kemandirian usaha setelah diberi bantuan modal dan mereka diberi pendampingan untuk menjalankan usahanya.
BERITA28/10/2024 | MarkomBAZNASPABAR
RAKORDA Se-Provinsi Papua Barat di Titik Beratkan pada Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia
Manokwari, 28 Oktober 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Barat melakukan upaya penguatan kelembagaan dengan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Papua Barat tersebut untuk provinsi setempat. RAKORDA dilaksanakan di Hotel Valdos Manokwari, pada Senin 28 Oktober 2024.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Papua Barat, H. Ali Mustofa pada kesempatan, mengatakan RAKORDA sebagai upaya membentuk lembaga BAZNAS yang dimulai dari tingkat kabupaten untuk menjadi lebih optimal, baik, akuntabel, dan transparan."BAZNAS memiliki sistem yang dibangun dari pusat, sehingga literasi tentang sistem BAZNAS harus terus disosialisasikan guna membuat lembaga ini lebih baik," ujarnya.Melalui RAKORDA, BAZNAS Provinsi Papua Barat tidak hanya mengundang BAZNAS tingkat kabupaten/kota tetapi juga lembaga terkait yang berhubungan lansung dengan BAZNAS di antaranya Kementerian Agama (Kemenag) tingkat kabupaten dan LAZ Tingkat provinsi. Tujuannya agar Kemenag dapat mendorong terbentuknya BAZNAS di setiap kabupaten. "Dari ketujuh kabupaten di Provinsi Papua Barat, baru tiga kabupaten yaitu Kaimana, Teluk Bintuni, dan Manokwari Selatan (Mansel) yang sudah memiliki BAZNAS. Sedangkan Fakfak masih proses rekrutmen, Manokwari baru selesai verifikasi faktual, Teluk Wondama belum ada BAZNAS definitif dan Pegunungan Arfak tidak ada BAZNAS masih dalam bentuk UPZ dan populasi umat Muslim di sana sedikit," ujarnya.Pada RAKORDA ini BAZNAS Provinsi Papua Barat juga mengundang BAZNAS Provinsi Papua Barat Daya dan kabupaten/kota dikarenakan masih membawahi wilayah tersebut. Namun, untuk wilayah Papua Barat hanya sebatas koordinasi karena jika Kemenag sudah mempunyai kantor wilayah sendiri di Papua Barat Daya maka otomatis BAZNAS Provinsi Papua Barat Daya akan terbentuk.Sementara itu Penjabat Gubernur Papua Barat Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP mengatakan "keberadaan BAZNAS Provinsi Papua Barat maupun di kabupaten mempunyai peran yang penting dan strategis untuk menyalurkan zakat. Sebab zakat merupakan salah satu rukun Islam, yang wajib dikeluarkan untuk dapat memberikan rasa peduli terhadap sesama", ujarnya. "Hal ini penting sebab memiliki peran untuk mewujudkan keadilan sosial dan kasih sayang. Dengan zakat pula bisa membantu orang lain yang tidak mampu sehingga zakat menjadi potensi untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Papua Barat" tambahnya.Pada kesempatan ini, penjabat gubernur meminta kepada BAZNAS Provinsi Papua Barat untuk segera menyusun strategi tentang literasi zakat. Semakin banyak masyarakat memahami zakat maka kemiskinan akan semakin berkurang," ujarnya.
Oleh karena itu, peran BAZNAS Provinsi Papua Barat sebagai koordinasi dapat memberikan kepercayaan bagi umat untuk tetap mensosialisasikan terkait program yang menjadi unggulan BAZNAS yaitu BAZNAS Papua Barat Cerdas [pendidikan], Papua Barat Sehat [kesehatan], Papua Barat Makmur [ekonomi], Papua Barat Peduli [kemanusiaan], Papua Barat Taqwa [dakwah dan advokasi].
BERITA28/10/2024 | MarkomBAZNASPABAR
Pelatihan Aplikasi SIMBA BAZNAS Se-Provisi Papua Barat
Manokwari, 28 Oktober 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Barat mengadakan Pelatihan Sistem Manajemen BAZNAS (SiMBA) bagi BAZNAS Se-Provinsi Papua Barat. Kegiatan pelatihan berlangsung di Valdos Hotel, jl. Trikorawosi, Manokwari. Berlangsung selama 3 Hari. Mulai pada tanggal 28 sampai dengan 30 Oktober 2024.
Wakil Ketua 3 Bidang Keuangan dan Pelaporan Bapak Ir.Sigit Darmawanto M.Sc menyampaikan "SiMBA merupakan fasilitas yang sangat penting untuk manajemen BAZNAS dengan penguasaan SiMBA yang Update dan operator yang kompeten memberi kenyamanan dan kepercayaan muzaki yang optimal."
Bersamaan dengan kegiatan RAKORDA BAZNAS Provinsi Papua Barat mengadakan Pelatihan SiMBA dengan aplikasi ini pencatatan aktivitas pengelola zakat nasional yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, SIMBA menawarkan otomatisasi yang akan memudahkan para pengelola zakat dalam melaporkan hasil dari aktivitas mereka yang dalam kesehariannya sudah menggunakan SIMBA.
Tujuan diadakannya pelatihan tersebut tidak lain agar kepatuhan terhadap regulasi zakat mulai dari undang-undang tentang pengelolaan zakat, peraturan pemerintah hingga peraturan BAZNAS khususnya Perbaznas Nomor 1 tahun 2023 tentang pelaporan menggunakan SiMBA dapat dilaksanakan dengan sebaiknya.
Instruktur pelatihan aplikasi SiMBA didatangkan langsung dari BAZNAS Pusat yang kompeten di bidangnya, yaitu Koordinator Layanan Aplikasi Nasional BAZNAS RI, Dwi Riyanto dan tenaga pendukung Muhammad Sulthan Rafi.
BERITA28/10/2024 | MarkomBAZNASPABAR
BAZNAS Papua Barat Salurkan Bantuan Bea Siswa Di Hari Santri 2024
Cuaca pada hari Selasa, 22 Oktober 2024 tidak menurunkan semangat para santri meskipun hujan rintik-rintik menyelimuti perayaan Hari Santri Nasional 2024, antusiasme ratusan santri dan masyarakat tak sedikit pun surut. Acara yang digelar penuh khidmat di Lapangan Persemasi Kampung Aimasi Distrik Prafi berjalan dengan baik.
Bertindak selaku inspektur upacara, Eko Syamsudin yang merupakan Ketua PCNU Kab. Manokwari. Dalam sambutannya, Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Himpunan Santri Manokwari sebagai penyelenggara kegiatan hari ini, atas kiprah dan pengabdiaanya dalam membangun masyarakat yang madani di manokwari dalam mensyiarkan nilai-nilai keagamaan yang terbingkai dalam kebersamaan.
Lebih lanjut Eko syamsudin mengatakan bahwa, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional merujuk pada tercetusnya fatwa resolusi jihad yang berisi kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia oleh KH Hasyim Asy'ari pada Oktober 1945.
Pada kesempatan Ketua BAZNAS Papua Barat H. Ali Mustofa dalam sambutannya mengapresiasikan kepada para pemangku kepentingan pemerintah daerah kabupaten, guru pendidik dan pimpinan pondok pasantren dalam merayakan hari santri. Pada pelaksanaan hari santri BAZNAS Papua Barat telah merencanakan salah satu program besar berupa Papua Barat Cerdas, Sehat, Makmur, Peduli, Taqwa.
“Pemberian bea siswa diberikan bagi para santri yang berprestasi, santri Orang Asli Papua dan Santri yatim, ini merupakan salah satu program besar BAZNAS yaitu Papua Barat Cerdas”, pungkasnya.
Turut hadir dalam perayaan hari santri tahun 2024 diantaranya KH. Abdul Kholid Buchory selaku pengasuh Pondok Pasantren SP3 Salafiyah, PJ. Gubernur Papua Barat /yang mewakili, Plt. Bupati Manokwari/yang mewakili, Kepala kantor Kementerian Agama kab. Manokwari, Anggota DPRD Kab. Manokwari, Ketua BKPRMI, Ketua Baznas Papua Barat, Kepala Distrik , kepala Kampung Se Wapramasi, Ketua PHBI Manokwari, Ketua PCNU Kab. Manokwari, Kepala KUA Se Wapramasi, Kapolsek, Danramil dan Tokoh Masyarat.
Acara diakhiri dengan penyaluran 32 bantuan berupa uang tunai dari Baznas Provinsi Papua Barat yang terbagi dalam 3 kategori, yakni santri berprestasi, yatim dan santri muslim papua.yang diserahkan langsung oleh tamu undangan.
BERITA22/10/2024 | MarkomBAZNASPABAR
Monitoring dan Evaluasi RLHB BAZNAS di Dataran WARPRAMASI Kabupaten Manokwari
Manokwari, 16 Oktober 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Barat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Yang langsung dilakukan oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan bapak Lilik Fajar Setyawan yang didampingi penanggungjawab lapangan Nur Asidiq, Selasa 16 Oktober 2024.
Program RLHB adalah salah satu program unggulan BAZNAS RI bekerjasama dengan BAZNAS Provinsi Papua Barat untuk memberikan bantuan pembangunan atau renovasi rumah layak huni kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan ini, pendamping lapangan menjelaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam memastikan efektivitas dan efisiensi program-program yang dilaksanakan. Hal ini untuk mengetahui seberapa presen yang sudah dilakukan oleh penerima manfaat tersebut.
“Jadi monev ini bertujuan untuk memastikan bahwa dana zakat yang digunakan dengan pembagian pertahap dapat dengan baik dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat penerima manfaat, terutama yang telah disalurkan dalam program, harus terus berlanjut.” Pungkasnya.
Secara keseluruhan monitoring dan evaluasi dilakukan pada 13 titik di daerah Warmare, Prafi, Masni dan Sidey [WARPRAMASI] dengan total pembagunan renovasi sebanyak 13 rumah di tahap pertama.
"secara pribadi dan keluarga sangat berterima kasih kepada muzaki yang telah menyalurkan zakatnya ke baznas, sebab kami bisa mendapatkan kesempatan untuk merasakan manfaat zakat, sehingga kami bisa menempati Rumah Layak Huni BAZNAS ini, Semoga Allah SWT, membalas dengan kebaikan yang luar biasa, Aamiin", ujar bapak Untung Hidayat, sebagai ucapan terima kasih kepada baznas provinsi papua barat. [DK]
BERITA16/10/2024 | MarkomBAZNASPABAR
BAZNAS Papua Barat Menyalurkan 350 unit Daging Kaleng Kurban bagi 70 Keluarga Miskin
Badan Amil Zakat Nasional [BAZNAS] Provinsi Papua Barat diberikan kepercayaan BAZNAS RI untuk mendistribusikan daging kurban olahan yang dikemas dalam bentuk kaleng, hal ini untuk memudahkan dalam proses pendistribusian daging pada Hari Raya Idul Adha yang sudah dilakukan sebelumnya. Pengemasan ini jadi salah satu alternatif selain pendistribusian daging seperti biasa, karena daging kurban kaleng bisa dikirim ke daerah yang sulit terjangkau atau lokasi bencana yang membutuhkan penanganan khusus.
BAZNAS Papua Barat melalui bidang pendistribusian melakukan pembagian daging kaleng kurban yang akan di distribusikan pada wilayah WARPRAMASI [Warmare, Prafi, Masni dan Sidey]. Penyaluran daging dalam bentuk kemasan untuk 70 Kepala Keluarga yang tinggal di desa di wilayah Kabupaten Manokwari.
BAZNAS RI mendistribusikan daging kaleng kurban kemasan tersebut ke seluruh wilayah di Indonesia termasuk BAZNAS Provinsi Papua Barat. Dalam penyalurannya, BAZNAS RI bekerjasama dengan BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota dimana setiap keluarga mendapatkan 4 kaleng daging kemasan. BAZNAS Provinsi Papua Barat berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk konsumsi rumah tangga.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Bersama, kita terus menjalin kepedulian dan berbagi berkah.
BAZNAS Papua Barat “Maju Terus, Terus Maju” untuk kepedulian sesama dalam berbagi dan menjalin silaturahim.
BERITA14/10/2024 | Markom Papua Barat
BAZNAS Papua Barat Survey KDZ di Kabupaten Manokwari Selatan
Manokwari, 28 September 2024 - BAZNAS Papua Barat Survey IZN/KDZ di Kabupaten Manokwari Selatan
Saat melakukan survei, Nur Asidiq dan kawan-kawan Staf Pelaksana BAZNAS Papua Barat mendapat informasi dari salah satu mustahik yang bernama Prianti “Bantuan dari BAZNAS ini sangat membantu bagi keluarga kami yang memerlukan perkembangan dari segi ekonomi maupun ibadah”, ujarnya.
“Adapun jenis zakat yang diterima dari BAZNAS di Kampung Margomulyo Distrik Oranasbari Kabupaten Manokwari Selatan ini termasuk bantuan zakat produktif (bantuan modal usaha) yang mustahik gunakan untuk mengembangkan usaha kios”, ujar Prianti.
Penerima zakat produktif di Margomulyo Oransbari Manokwari Selatan berjumlah 10 orang yang berkeluarga. Progarm ini sudah berjalan dalam kurun waktu tiga tahun. Sementara sepuluh (10) mustahik yang menerima bantu tersbut masih merupakan mustahik baru yang disurvey tahun 2023.
Setelah berjalannya program bantuan zakat produktif dalam setahun terakhir, ke 10 mustrahik masih menjalankan usahanya sesuai dengan peruntukannya. Program ini berdampak positif terhadap mustahik terutama dari segi ekonomi. Sehingga di harapkan sebelumnya sebagai mustahik akan menjadi muzakki. Salah satunya Piranti tadi yang dulunya tidak ada penghasilan, sekarang sudah berpenghasilan 800.000 rupiah/ bulan. *[DK]
BERITA28/09/2024 | MarkomBAZNASPABAR
Bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS Tahun 2024
Manokwari, 28 September 2024 - Program Bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS [RLHB] Provinsi Papua Barat tahun 2024 adalah program yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, yang tujuannya untuk memberikan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat miskin dan mustahik yang memiliki tempat tinggal tidak layak huni.
Keberadaan program pemberdayaan masyarakat menjadi solusi problematika sosial dan ekonomi yang dihadapi warga. Antara lain BAZNAS Provinsi Papua Barat telah merealisasikan bantuan renovasi untuk 57 unit rumah mustahik melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB).
BAZNAS Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan BAZNAS RI telah melakukan perbaikan rumah milik mustahik yang kondisinya tidak layak huni. Salah satu adalah rumah miliki Kurniawan di Kampung Muara Prafi Kenyum Distrik Masni Kabupaten Manokwari. Untuk tahun 2024 BAZNAS Provinsi Papua Barat akan melakukan perbaikan terhadap 57 rumah tidak layak huni yang tersebar di provinsi Papua Barat.
57 perbaikan diantaranya 32 rumah Baznas Provinsi, 10 rumah Baznas Kabupaten Kaimana, 10 rumah Baznas Kabupaten Teluk Bintuni dan 5 rumah Kabupaten Manokwari Selatan. Di targetkan program ini selesai akhir November atau pertengahan desember 2024.
BERITA28/09/2024 | MarkomBAZNASPABAR
Dorong Pengutan UPZ Untuk Kesejahteraan Umat BAZNAS Provinsi Papua Barat Adakan Sosialisasi UPZ Se-Warpramasi
Manokwari, 24 September 2024 - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua Barat mendorong penguatan tata kelola Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) yang dilakukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Se WARPRAMASI agar mampu meningkatkan kesejahteraan umat. Kegiatan Penguatan UPZ yang di bentuk oleh BAZNAS Provinsi menjadikan UPZ Masjid dapat mengelola zakat, infak, sedekah guna mensejahterakan umat di lingkungan masjid atau daerah tersebut.
Kegiatan penguatan tata kelola zakat, infaq dan sedekah bagi UPZ se WARPRAMASI di laksanakan bertempat Masjid At-Taqwa kampung Bowi Subur SP.6 Masni. Tujuan penguatan UPZ, untuk mengoptimalkan pengumpulan terkhususnya di wilayah Warmare, Prafi, Masni, Sidey.
Peguatan UPZ dilakukan agar dapat berperan lebih efektif dalam mengumpulkan, mengelola, & menyalurkan dana zakat kepada yang berhak menerima (mustahik).
“UPZ sebagai Mitra BAZNAS bertujuan untuk memfasilitasi layanan zakat yang selama ini belum optimal di wilayah Warpramasi”, sambut Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Sali Pelu.
Untuk itu dalam rangka mendorong optimalisasi tata kelola ZIS, seluruh UPZ di harapkan dapat mengimplementasikan prinsip 3A “Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI”. Kata Sali Pelu
Sosialisasi penguatan UPZ dilakukan untuk memberikan pembinaan kepada pengurus UPZ agar lebih memahami pengelolaan zakat yang aman dan sesuai syariat. UPZ ditekankan untuk menerapkan prinsip akuntabilitas dalam setiap akitivitasnya. Setiap dana yang terkumpul & disalurkan harus di laporkan dengan jelas dan terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi pengelolaan zakat.
“Dengan memperkuat peran kapasitas UPZ, Baznas Provinsi Papua Barat berharap pengumpulan dan penyaluran zakat dapat meningkat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan”, ungkap Sigit Darmawanto.
BERITA27/09/2024 | markomBAZNASpapuabarat
Ketua BAZNAS Papua Barat Hadiri RAKORNAS di Ibu Kota Nusantara
Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur sebagai tempat Pelaksanaan RAKORNAS BAZNAS 2024. Penyelenggaraan dilaksanakan pada 25 September 2024. Untuk pertama kalinya dalam acara RAKORNAS BAZNAS, Kalimantan Timur menjadi tuan rumah.
Rakornas BAZNAS 2024 mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita". Acara ini dihadiri oleh BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota. Acara yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, ini bertujuan untuk membahas strategi nasional dalam pengelolaan zakat dan memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. Pelaksanaan RAKORNAS berlanjut pada Kamis-Jumat, 26-27 September 2024, di Hotel Novotel Balikpapan.
Dalam penyelenggaran RAKORNAS menghasilkan Beberapa yang disepakati oleh seluruh BAZNAS yang hadir, di antaranya:
1) Menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp. 50 triliun
2) Menyepakati target penerima manfaat nasional sebanyak 84 juta jiwa
3) Menyepakati target pengentasan kemiskinan nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) adalah lembaga pemerintah nonstruktural yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota.
BERITA25/09/2024 | Markom BAZNAS Papua Barat

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Papua Barat.
Lihat Daftar Rekening →